Skip to content

Program Konversi Hemat Rp 37,08 Triliun

April 4, 2012

VIVAnews – Sejak program konversi minyak tanah ke gas elpiji digulirkan tahun 2007 hingga 2010, pemerintah telah menarik minyak tanah sebanyak 6,9 juta kiloliter (kl).

Kendati program konversi secara nasional berjalan, namun pemerintah tetap harus menyisakan minyak tanah sebanyak 1,5 juta kl hingga 2013 mendatang.

Terutama di kawasan pedalaman yang belum mendapatkan pasokan listrik. Dengan penarikan minyak tanah 6,9 juta kl itu, menurut Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Evita Herawati Legowo, setidaknya terjadi penghematan hingga Rp 37,08 triliun.

Dari penghematan tersebut, Rp 25,64 triliun diserahkan kembali ke APBN untuk program subsidi lainnya. “Sementara sisanya Rp 11 triliun untuk pengadaan paket kompor dan tabung LPG yang dibagikan gratis pada masyarakat,” jelas Evita kepada pers di Jakarta.

Tahun 2010 pemerintah mulai memberlakukan sistem distup (distribusi tertutup) LPG 3 kg yang pembeliannya dengan menggunakan kartu kendali.

Solo adalah salah satu dari enam kota di empat provinsi kota yang menjadi pilot project penerapan sistem tersebut. “Sistem ini akan kami pantau terus hingga 2011 mendatang. Tahun 2014, targetnya semua wilayah di Indonesia sudah melaksanakan distribusi tertutup.”

Menurut Evita, tren penggunaan LPG sejak 2009 meningkat drastis hingga 166 persen. “Dari implementasi sistem distup ini, kami tidak menargetkan penghematan subsidi sampai berapa besar, tapi subsidi dari pemerintah harus tepat sasaran.”

*******

Sudan Belajar dari Pertamina

Delegasi parlemen Sudan yang dipimpin oleh Wakil Ketua Konversi Energi dan Tambang, John Gatnyo Ait Howail dalam kunjungan kerjanya ke Pertamina terkesan dengan kemampuan program Pertamina mengkonversi penggunaan minyak tanah ke LPG.

Sudan dan Indonesia memiliki kesepakatan untuk menjalin hubungan baik dalam bidang industri minyak dan gas dari hulu hingga hilir.

Selain itu tercapai pula kesepakatan dalam bidang pelatihan dan teknologi. Keberhasilan dan pengalaman Pertamina mengelola bisnis perminyakan dan gas, baik di sektor hulu dan hilir, memungkinkan Sudan belajar dari apa yang telah dicapai Pertamina sejauh ini.

Dari paparan Indonesia LPG Business Review, Komisi Energi dan Tambang Sudan menyadari banyak hal yang dapat di implementasikan di negaranya bercermin pada pengalaman Pertamina.

Hubungan bilateral antara Sudan dan Indonesia dalam hal ini dengan Pertamina telah terjalin dengan baik. Upaya Sudan untuk meningkatkan produksi minyak dan gas dengan melibatkan tenaga ahli Indonesia, mulai dipertimbangkan dengan serius.

Cukup banyak bahan minyak yang belum diolah di Sudan dan bagi Pertamina potensi tersebut merupakan peluang bisnis yang cukup menjanjikan.

Dalam kenyataannya, pimpinan Komisi Energi dan Tambang Parlemen Sudan, menyatakan, “Konversi elpiji yang dilakukan Pertamina telah berhasil. Kami akan merekomendasikan konversi yang sama pada Pemerintah Sudan. Dengan demikian, produksi gas dari perusahaan minyak Sudan dapat ditingkatkan.”

• VIVAnews

From → Uncategorized

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: